Biaya Tambahan Saat Beli Rumah

biaya beli rumah tambahan harga surat rumah

Biaya beli rumah ternyata ada banyak sekali, tidak hanya biaya beli rumah yang disepakati oleh pihak pembeli dan penjual. Ada banyak transaksi yang akan terjadi setelah membeli rumah.

Berikut adalah transaksi lain tersebut :

SERTIFIKAT RUMAH

Sebelum anda benar-benar menerima sertifikat rumah itu dari pemilik, ada baiknya agar anda melakukan pengecekan sertifikat tersebut pada BPN (Badan Pertanahan Nasional). Pastikan bahwa sertifikat rumah tersebut tidak cacat, seperti sertifikat tidak asli, sertifikat di gandakan, catatan blokir, sita, atau dalam proses sengketa. Untuk pengecekan pada BPN ini gratis. yang dibutuhkan hanyalah biaya pengurusan dan biaya perongkosan.

BIAYA PAJAKBPN

Bagi anda yang hendak membeli atau menjual rumah, mengetahui biaya pajak ini sangat penting. Hal ini akan berpengaruh pada uang yang diserahkan oleh pembeli dan uang yang diterima oleh penjual rumah. Beberapa pajak yang akan diminta dalam proses jual beli rumah yaitu :

1. NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) 

NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak merupakan harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli. NJOP sebagai dasar dalam pengenaan pajak PPB ini ditetapkan setiap 3 tahun oleh Menteri Keuangan.

2. NPOP (Nilai Perolehan Objek Pajak)

NPOP merupakan nilai untuk perolehan hak atas rumah namun dalam konteks perhitungan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan (BPHTB). Dalam hal ini nilai yang dipakai sebagai NPOP adalah nilai kesepakatan yang tercantum dalam perjanjian pengalihan hak atau NJOP PBB, mana yang lebih tinggi.  Jika nilai kesepakatan lebih tinggi dari pada NJOP PBB, maka yang digunakan adalah nilai kesepakatan.

3. BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

Berkebalikan dengan PPh atau Pajak Penghasilan, BPHTB ini lebih kepada pajak yang dibebankan untuk penjual rumah. Biasanya pajak yang dibebankan sebesar 5% dari harga jual, namun masih dikurangi lagi NPOPTKP. Pembeli rumah harus membayar pajak ini sebagai tanda atas perolehan hak tanah atau bangunan yang telah dibelinya.

4. NPOPTKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak)

 NPOPTKP adalah nilai untuk pengurang perhitungan BPHTB atas peroleh hak tanah dan bangunan. Nilai dari NPOPTKP ini berbeda-beda untuk setiap daerah, sehingga pengurangannya yang nanti akan diberikan akan berbeda-beda .

Biaya AJB (Akta Jual Beli), BNN (Biaya Balik Nama), dan Notaris

Biaya AJB (Akta Jual Beli), BNN (Biaya Balik Nama), dan Notaris ini wajib anda bayar, besar biayanya sekitar 0,5% sampai 1% dari jumlah transaksi pada pemilik rumah. Biaya ini biasanya bisa ditanggung oleh kedua belah pihak. Hal ini jika anda sebagai pembeli, melakukan kesepakatan dengan penjual rumah tersebut.

Biaya KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Biaya ini untuk anda yang melakukan pembelian rumah secara kredit. Biasanya biaya yang harus anda keluarkan untuk KPR ini sebesar 4% – 5% dari total pinjaman. Biaya KPR ini meliputi biaya administrasi, provisi, dan lain sebagainya.

BIAYA LAIN-LAIN

Biaya lain-lain yang dimaksud disini adalah beberapa biaya seperti pelunasan pajak rumah, air PAM, listrik, dan iuran lain yang belum dibayarkan oleh pemilik. Anda bisa menanyakan hal ini secara langsung kepada penjual rumah, agar tidak terjadi kesalahan konflik dikemudian hari. Ini adalah tanggung jawab si penjual untuk melunasi tanggungan biaya lain-lain ini.

Biaya beli rumah memanglah tidak sedikit, oleh karena itu anda harus benar-benar teliti dalam mengurusnya.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply