Cara Membayar PBB via Online & Offline

membayar pbb via online

Cara Membayar PBB via Online & Offline – Semua warga Indonesia yang mempunyai lahan properti baik berupa tanah, rumah, apartemen, ruko, gudang dan masih banyak lagi, diwajibkan untuk membayar PBB. PBB merupakan singkatan dari Pajak Bumi dan Bangunan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ini tertuang dalam Undang-undang nomor 12 Tahun 1985, dan telah diubah pada Undang-undang nomor 12 Tahun 1994.

Besarnya Pajak Bumi dan Bangunan ini ditentukan oleh besarnya keadaan objek properti yakni bumi / tanah / bangunan. Kondisi subjek (siapa yang membayar) tidak mempengaruhi besar kecilnya pajak yang dibayar.

Dalam membayar pajak, setiap orang yang berkewajiban membayar PBB diberikan jangka waktu mereka masing-masing. Sehingga jika mereka telat dalam membayar PBB, maka akan dikenakan denda 2% setiap bulannya.

Dengan adanya kebijakan itu, pemerintah telah memudahkan kita untuk dapat melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan dua cara, yang pertama mendatangi petugas pemungut PBB secara langsung dan yang kedua yakni pembayaran via online.

Secara langsung / via offline

membayar pbb via online / offlineApabila anda memilih untuk membayar secara langsung, anda dapat membayar PBB ini melalui Bank / Kantor Pos dan Giro tempat pembayaran SPPT yang sudah tercantum. Atau mendatangi petugas pemungut PBB Kelurahan /Desa yang telah ditunjuk resmi oleh Pemerintah.

Saat anda mengunjungi tempat-tempat yang ada diatas, anda wajib menunjukkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB. Setelah itu sebagai bukti pembayarannya wajib pajak, petugas akan memberikan Surat Tanda Terima Setoran (STTS).

Jika Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) belum anda terima. Sepanjang proses Surat Tanda Terima Setoran (STTS), anda dapat menunjukkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) tahun sebelumnya.

Anda hanya akan membayar PBB melalui tugas pemungut PBB Kelurahan /Desa yang telah ditunjuk resmi oleh Pemerintah. Sebagai bukti pembayaran anda akan diberikan Tanda Terima Sementara (TTS). Selanjutnya oleh petugas pemungut dimasukkan dalam daftar penerimaan harian (DPH PBB) dan akan disetor pada tempat pembayaran PBB yang telah ditentukan.

Setelah itu petugas pemungut akan menyetorkan hasil penerimaan PBB  ke Bank atau KPG tempat pembayaran yang ditunjuk, sebagaimana tercantum dalam SPPT/SKP/STP dengan menggunakan DPH dalam rangkap yang telah di tentukan.

Bagi anda yang berada pada wilayah dengan kemudahan sarana prasana, penyetoran dapat dilakukan setiap hari.  Sedangkan bagi anda yang berada di daerah yang sulit sarana dan prasarana, penyetoran dapat dilakukan selambat-lambatnya 7 hari sekali.

Bagaimana cara membayar PBB via online?

Pemerintah telah memudahkan pelayanan pada wajib pajak. Sehingga pembayaran PBB dapat dilakukan secara online. Cara membayar PBB via online ini melalui tempat-tempat pembayaran elektronik yang disediakan bank seperti ATM /teller / fasilitas lain.

Cara membayar PBB via online sebagai berikut :

  1. Carilah menu pembayaran kemudian klik pilih
  2. Carilah menu pajak kemudian klik pilih
  3. Masukkan Nomor Objek Pajak anda pada form yang tersedia
  4. Masukkan tahun yang akan anda bayarkan PBB nya
  5. Setelah itu, akan muncul form mengenai informasi objek pajak, tagihan serta nama PBB anda
  6. Periksa dengan teliti identitas tersebut dan jumlah tagihan pajak yang akan dibayar
  7. Jika sudah selesai, klik tombol bayar

Membayar PBB via online memang lebih menguntungkan, selain anda terhindar dari antrian hal ini akan mempermudah kapan saja waktu luang yang anda miliki.

Beberapa Bank yang menyediakan elektronik pembayarn PBB via online adalah :

  • ATM dan Counter Teller Bank DKI untuk objek pajak yang berada di wilayah Propinsi DKI Jakarta.
  • ATM dan Counter Teller Bank Jatim untuk objek pajak yang berada di wilayah Propinsi Jawa Timur.
  • ATM dan Counter Teller Bank Bumiputera untuk objek pajak di seluruh Indonesia.
  • ATM dan Counter Teller Bank Bukopin untuk objek pajak di seluruh Indonesia.
  • Counter Teller Bank Nusantara Parahyangan untuk objek pajak di seluruh Indonesia.
  • Internet Banking, Phone Plus, ATM dan Teller BNI untuk objek pajak di seluruh Indonesia.
  • Internet Banking dan ATM BCA untuk objek pajak di seluruh Indonesia.
  • Internet Banking, SMS Banking, Phone Banking, dan ATM Mandiri, untuk objek pajak di seluruh Indonesia.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply