Cara Membuat Sertifikat Tanah

cara membuat sertifikat tanah

Cara membuat sertifikat tanah terdiri dari dua macam, yang pertama mendaftarkan sertifikat tanah dari awal, dan yang kedua memperbarui sertifikat tanah tersebut. Syarat dan prosedur pembuatan sertifikat tanah telah tertuang dalam Perkaban no.1 tahun 2012. Kali ini saya akan memberitahu anda bagaimana cara mendaftarkan sertifikat tanah dari awal. Sertifikat tanah sangat penting untuk dimiliki, karena ia sebagai bukti kepemilikan seseorang atas tanah tertentu. Jenis sertifikat tanah ada beberapa jenis, yakni :

  • Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU)
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)
  • Sertifikat Hak Milik (SHM)

Dari ketiga jenis sertifikat diatas, Sertifikat Hak Milik hanya diperbolehkan untuk warga Negara Indonesia asli, sementara Sertifikat Hak Guna Usaha dan Bangunan boleh dimiliki orang warga asing yang tinggal di Indonesia namun dalam jangka waktu tertentu.

CARA MEMBUAT SERTIFIKAT TANAH

1. Siapkan Dokumen

Hal yang harus anda siapkan pertama adalah menyiapkan kelengkapan-kelengkapan dokumen yang menjadi syarat pembuatan sertifikat tanah.

Dokumen yang dibutuhkan untuk tanah yang berasal dari HGB :

  • Sertifikat ASli Hak Guna Bangunan (SHGB)
  • FOtocpy Izin Medirikan Bangunan (IMB)
  • Identitas diri (Fotocopy KTP dan KK)
  • SPPT PBB tahun
  • Surat Pernyataan Kepemilikan Lahan

Dokumen yang dibutuhkan untuk tanah yang berasal dari Girik :

  • Akta Jual Beli tanah
  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Fotocopy Girik yang dimiliki
  • Dokumen-dokumen surat keterangan tidak sengketa, surat keterangan riwayat tanah, dan surat keterangan pengusaha tanah secara sporadik yang di dapat dari Kelurahan / Desa

2. Mendatangi BPN yang sesuai pada wilayah tanah

  • Di kantor BPN, mintalah form pendaftaran di loket. Nanti anda akan diberi map biru dan kuning
  • Setelah itu, mintalah petugas untuk memeriksa kelengkapan dokumen yang sudah anda bawa
  • Langsung minta kepada petugas untuk mengukuran tanah anda, lakukan perjanjian dengan petugas kapan waktu pengukuran tanah.

3. Pengukuran Tanah

Pengukuran tanah akan dilakukan sesuai perjanjian sebelumnya. Biasanya ada 2 sampai 3 orang yang akan datang ke lokasi. Temani petugas dalam proses pengukuran untuk menunjukkan batas-batas wilayah tanah anda. Hasil pengukuran ini akan di sahkan dan ditanda tangani terlebih dahulu oleh Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan. Dalam proses pengukuran tanah ini biasanya anda harus mengeluarkan biaya sekitar Rp. 500.000,- untuk para petugas yang datang.

4. Menunggu penyerahan Sk Hak Atas Tanah dan Sertifikat Tanah Hak Milik

cara membuat sertifikat tanahSetelah melalui proses pengukuran, proses ini akan segera selesai. Berikat surat ukur tanah kepada BPN tadi untuk melengkapi dokumen yang ada. Setelah itu, anda tinggal menunggu penyerahan Sk Hak Atas Tanah di terbitkan. Anda harus membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB) yang diminta. Barulah anda dapat menunggu Sertifikat Tanah itu diterbitkan, lama proses ini bisa mencapai 6 bulan atau bahkan 1 tahun. Oleh karena itu, tanyalah kepada petugas kapan sertifikat ini selesai dan dapat anda ambil.

Selain mengurus sendiri pada BPN, anda dapat meminta bantuan melalui PPAT. Sayangnya, jika anda membuat sertifikat dari cara ini, biaya yang akan di keluarkan bisa 3 kali lebih mahal. Oleh sebab itu, sebisa mungkin jangan menggunakan jasa dari pihak luar yang tidak jelas apalagi menggunakan calo. Lebih baik agar anda memastikan sendiri mengingat betapa pentingnya sertifikat ini.

Dengan adanya sertifikat tanah, anda akhirnya memiliki landasan hukum yang kuat jika suatu hari nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply