Beginilah Cara Menjadi Flipper Property yang Handal!

Cara Menjadi Flipper Property yang Handal

Apakah anda sudah tahu apa itu flipper? Pengertian flipper dalam dunia properti adalah membalik diri kita yang awalnya menjadi seorang pembeli, lalu menjadi seorang penjual. Artinya, anda harus membeli sebuah properti lalu menjualnya kembali dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan.

Flipper = Orang yang melakukan

Flipping = Proses dari membeli hingga menjual

Saat ini pekerjaan sebagai flipper property sangat menjanjikan. Sayangnya, pekerjaan ini hanya dilakukan oleh sebagian orang yang paham dan berani dalam mengambil resiko. Keuntungan yang dimiliki seorang flipper cukup besar. Anda dapat menjual kembali property yang anda beli dengan harga jauh lebih mahal.

Dalam menjalankan proses flipping, seorang flipper tidak harus memiliki modal besar. Anda bisa melakukan proses flipping dengan modal seminim mungkin, ini semua bergantung pada kejelian dan keberuntungan yang anda dapat dari objek flip.

Bagaimana cara menjadi flipper property yang handal?

Ada beberapa hal yang harus anda lakukan untuk menjadi seorang flipper, perhatikan hal-hal berikut jika ingin memulai proses flipping :

1. Buat Listing PropertyCara Menjadi Flipper Property yang Handal

Langkah pertama untuk menjadi flipper property adalah dengan membuat listing / daftar-daftar properti yang akan dijual. Anda bisa membuat daftar properti yang dapat di flipping melalui iklan di koran, internet, atau lingkungan sekitar anda.

Pahamilah bahwa tidak semua daftar listing itu mampu anda jadikan flipping. Ada beberapa kriteria yang harus anda perhatikan dalam memilih properti untuk di flipp.

  • Harga yang ditawarkan properti dibawah pasaran
  • Lokasi di daerah strategis
  • Pemilik rumah bersedia menerima uang tanda jadi atau down payment (DP) terlebih dahulu dan bersedia jika rumah tersebut akan dijual kembali

2. Periksa Dokumen

Dalam setiap proses pembelian properti, anda harus mampu memastikan dokumen-dokumen kepemilikan seperti SHM, SHGB, PBB, IMB atau dokumen legalitas lainnya dimiliki oleh pemilik properti.

Intinya, anda harus meminimalisir kemungkinan adanya masalah pada properti tersebut dikemudian hari. Selain itu, dokumen-dokumen ini akan menjadi bukti jual beli di hadapan notari PPAT.

3. Uang Tanda Jadi / Down Payment (DP)

Cara Menjadi Flipper Property yang Handal

Anda harus menyediakan uang tanda jadi / uang muka sesuai kesekapatan bersama pemilik properti. Lakukan negosiasi agar anda diberikan uang muka seminimal mungkin. Katakan saja bahwa anda memiliki niat untuk menjual properti itu lagi, dan uang pelunasannya akan disusul oleh calon pembeli berikutnya.

4. Lakukan PPJB

Lakukan perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB) secara notaril dengan pemilik properti. Perjanjian ini akan memuat pihak-pihak yang melakukan perikatan, klausul yang telah disepakati bersama, dan sanksi jika salah satu pihak tidak menepati janji.

5. Jual Properti

Jika anda sudah melakukan hal-hal diatas, kini saatnya bagi anda untuk menjual properti pada calon pembeli lain. Namun sebelum itu anda harus memperhatikan 2 hal ini :

  • Jika harga asli dari properti sudah berada dibawah harga pasaran, anda dapat menjualnya dengan harga pasaran.
  • Jika anda ingin meningkatkan harga jual, lakukan renovasi kecil-kecilan untuk mempercantik kondisi rumah.

Baca juga : Cara Meningkatkan Nilai Jual Rumah? Lakukan Hal ini!

6. Cari Calon Pembeli

Anda harus mampu mencari calon pembeli dalam waktu 3 bulan. Caranya adalah dengan melakukan promosi ke semua tempat, anda bisa memasang pamflet, spanduk, banner, billboard, iklan di koran, internet, sosial media, dan masih banyak lagi.

7. Pandailah BerkomunikasiCara Menjadi Flipper Property yang Handal

Anda harus mampu berkomunikasi dengan baik pada calon pembeli. Katakan secara detil bagaimana kondisi properti yang anda jual, kelengkapan surat-surat kepemilikan, dan beberapa hal lain yang mampu memikat hati para konsumen, seperti fasilitas umum ataupun lokasi.

8. Bila Calon Pembeli Sudah Deal

Jika calon pembeli anda sudah deal dengan kesepakatan pembelian properti. Maka katakan bahwa anda menginginkan pembayaran secara cash penuh / tunai. Jika mereka keberatan, tawarkan saja KPR. Intinya uang pembayaran yang diberikan oleh calon pembeli inilah yang akan anda berikan sebagai pelunasan pemilik.

Jika dalam kurun waktu 3 bulan anda tetap tidak memperoleh pembeli, maka anda harus dapat menerima resiko. Yakni menyediakan uang pelunasan atau cara lain yakni mengajukan fasilitas KPR pada Bank. Atau cara lain adalah uang muka yang anda beri hangus beserta rumah tersebut. Semua tergantung pengambilan keputusan anda.

 

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply