Beginilah Cara Merubah Sertifikat HGB ke SHM (Hak Guna Bangunan – Sertifikat Hak Milik)

cara merubah sertifikat hgb ke shm

Tidak sedikit orang yang bingung bagaimana cara meningkatkan dan mengurus perpindahan Surat Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Banyak sekali pertanyaan muncul mengenai cara pengurusan dan biaya administrasi yang akan dikeluarkan. Sebenarnya cara merubah sertifikat HGB ke SHM bukanlah hal yang sulit.

Kepemilikan lahan dengan status Sertifikat Hak Guna Bangunan ini dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik. Hal ini juga bertujuan untuk mengetahui kejelasan status hukum kepemilikan lahan. Selain itu, Sertifikat Hak Milik (SHM) juga memiliki kekuatan hukum yang lebih tingga dibandingkan dengan Hak Guna Bangunan (HGB). HGB adalah sertifikat yang memiliki batas waktu, sedangkan SHM tak terbatas waktu.  Dengan begitu, memiliki Sertifikat Hak Milik memanglah lebih menguntungkan dari pada Hak Guna Bangunan (HGB)

Pengurusan Sertifikat Hak Guna Bangunan menjadi Sertifikat Hak Milik ini dapat dilakukan di  Kantor Pertanahan pada lokasi wilayan tanah tersebut. Nah, kali ini saya akan membagikan cara merubah sertifikat HGB ke SHM :

CARA MERUBAH SERTIFIKAT HGB ke SHMcara merubah sertifikat hgb ke shm

1. Beli dan Isi Formulir Permohonan di Kantor Pertanahan

Langkah awal dalam merubah sertifikat HGB ke SHM yakni anda harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Pertanahan. Beli dan isi formulir permohonan itu dengan lengkap. Ketika semua surat-surat ini sudah lengkap, anda dapat meng-copy beberapa lembar dan lampirkan aslinya bersama dengan dokumen-dokumen yang telah disiapkan.

2. Siapkan Dokumen

Untuk mengubah sertifikikat HGB ke SHM anda memerlukan beberapa dokumen sebagai persyaratan. Diantaranya :

a. Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (SHGB)

Siapkan sertifikat asli hak guna bangunan untuk dirubah ke sertifikat hak milik. Sertifikat asli hak guna bangunan ini sangat penting dalam pengurusan. Anda juga dapat meng-copy beberapa sebagai cadangan

b. Fotocopy Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Surat ini digunakan sebagai bukti bahwa tanah sudah diperbolehkan untuk di dirikan bangunan.

c. Fotocopy Identitas Diri

Siapkan dokumen identitas diri seperti KTP dan KK, atau akta pendiri jika dilakukan oleh badan hukum. Apabila dikuasakan orang lain sertakan surat kuasa dan fotocopy kartu identitas penerima kuasa.

d. Fotocopy SPPT PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) terakhir

Dokumen ini diperlukan untuk melihat rekam jejak pembayaran pajak dan bagaimana kondisi lahan, seperti luas tanah dan luas bangunan yang dikenai pajak.

e. Surat Peryataan Kepemilikan Lahan

Didalam dokumen ini harus tertera bahwa anda tidak memiliki tanah melebihi 5 bidang dengan luas keseluruhan tidak lebih dari 5000 m2.

3. Membayar Biaya Peningkatan HGB ke SHMcara merubah sertifikat hgb ke shm

BPHTB ( Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan ) merupakan Biaya yang wajib anda bayarkan. Besar biaya yang dibayar tertanggung biaya NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) dan luas tanah. Adapun rumus menentukan biaya NJOP sebagai berikut: 2% x (NJOP Tanah – NJOPTKP Rp 60 juta).

Biaya perkara yang dikeluarkan akan berbeda pada masing-masing daerah, hal ini sangat bergantung pada luas lahan dan peraturan pemerintah setempat. Jika anda tidak ingin repot mengurus segala proses perubahan HGB ke SHM, anda dapat menggunakan jasa notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) , tetapi anda harus mengeluarkan biaya 1-3 juta sebagai jasa imbalan kepada notaris tersebut.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply