Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang Jawa Timur

Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang Jawa Timur
 

Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang Jawa Timur adalah museum yang yang namanya diambil dari nama Bhre Wijaya (Raden Wijaya), pendiri kerajaan Majapahit waktu itu. Bhre atau Bra adalah gelar di kerajaan Majapahit yang berarti Agung.

Berletak di Jalan Ijen 25 Malang, museum majapahit ini menjadi Salah satu museum bersejarah yang menyimpan sejumlah bukti perjuangan TKR agresi militer I dan II oleh Belanda di Jawa Timur.

Lokasi Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang Jawa Timur

Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang Jawa Timur

Museum Brawijaya ini menjadid trip wisata sejarah yang ada di Malang, dimana bangunannya tidak hanya menjadi saksi sejarah Indonesia tapi juga didalamnya menyimpan banyak barang-barang sejarah yang menjadi bukti perjuangan para pejuang di masa lampau.

Museum ini diresmikan pada tanggal 4 Mei 1968 oleh Kolonel Pur. Dr. Soewondo. Museum ini mempunyai semboyan “CITRA UTHAPANA CAKRA” yang mengandung arti ‘sinar yang membangkitkan kekuatan’.

Tiket masuknya sangat murah, sekitar dibawah Rp.10.000,- (harga bisa berubah tanpa pemberitahuannh). Disini kamu dimanjakan dengan suasana tempur 10 November 1945 dengan beberapa koleksi tank yang digunakan pada pertempuran di Surabaya. Dipajang lengkap dengan senjata penangkis serangan udara yang disita BKR pada September 1945 dari tangan tentara Jepang.

Ada pula meriam cannon 3,5 inci bernama si Buang dan tank AMP-TRACK yang digunakan dalam pertempuran para pejuang TRIP. Ada dua ruang sisi yang antarsisinya disekat ruangan terbuka dan dinding atasnya dipajang foto-foto Panglima Kodam Brawijaya tahun 1958 sampai sekarang.

Pada bagian kanan museum, kamu akan diperlihatkan benda-benda bersejarah seperti mobil De Soto (kendaraan dinas Panglima Divisi I Jawa Timur Kolonel Soengkono), dan yang paling menarik adalah sepasang meja dan kursi asli yang digunakan oleh Bung Karno, Bung Hatta, Kolonel Soengkono saat melakukan perundingan dengan Belanda dalam Perundingan meja bundar.

Ada juga koleksi senjata produksi Mrican Kediri dengan pembuatan dari bahan potongan tiang listrik dan tiang telepon yang dipajang di pojok ruangan. Ada juga koleksi senjata api, radio tua, mesin telegram, senapan dan masih banyak lainnya

Kisah Sejarah & Tragedi Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang Jawa Timur

Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang Jawa Timur

Beberapa kejadian aneh di dalam dan sekitar Museum Brawijaya. Konon, sebuah trem pada malam hari terlihat melintas dan berhenti di Museum Brawijaya (cerita dari masyarakat Sukun, Malang) dan pernah juga kejadian senapan yang bergerak sendiri, mesin telegram yang tiba-tiba berbunyi padahal rusak dan gak ada kabelnya dan kejadian aneh yang lain Gerbong Maut juga salah satu koleksi Museum Brawijaya

Gerbong digunakan oleh militer belanda untuk mengangkut 100 orang tawanan pejuang-pejuang indonesia, dari penjara bondowoso pindah ke tempat tahanan bubutan surabaya tgl 23-11-1947.

Gerbong yang pengap dan tanpa sirkulasi udara karena pintu dan jendela ditutup rapat menyebabkan 46 orang meninggal, 11 sakit parah, 31 sakit dan 12 orang sehat.

Penjaga mengatakan setiap malam, selalu terdengar bunyi gaduh dan orang yang menangis dan berteriak kesakitan. Ada cerita dimana seorang yang berfoto di gerbong ini akan mendapatkan hasilnya sangat mencengankan. Bagaimana tidak? Ada yang melihat hasil fotonya dengan ops yang sangat besar, dan adapula didalam foto orang tersebut terdapat seorang wanita didalam gerbong yang tidak boleh dimasuki oleh sesiapapun. Museum brawijaya memang sebuah museum sejarah yang penuh misteri!

Buat kamu yang punya jiwa petualang dan pengen nambah wawasan tentang sejarah Indonesia, kamu wajib datengin nih museum yang punya segudang cerita mistis dari ribuan sejarah didalamnya. Jadi, ayok buruan kesini dan buat cerita mistis mu sendiri. Salam Lestari.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply