Omah Kayu Rumah Pohon Batu Malang Jawa Timur

Omah Kayu Rumah Pohon Batu Malang Jawa Timur. Perkenalkan taman wisata gunung banya (batu, jawa timur) yang memiliki wisata paralayang, flying fox dan pemandangan menakjubkan dari sang pencipta alam semesta. Disini merupakan tempat referensi untuk kamu yang pengen menikmati suasana perdesaan tenang, sunyi dan nyaman.

Dan tempat peristirahatan ini dinamai dengan omah kayu (rumah pohon) yang terletak di Batu Malang dengan tempat peristirahatan yang berukuran 3×2 meter yang terbuat dari kayu dan berada di batang pohon pinus yang hidup dengan ketinggian 10 meter dari akarnya. Ruang kamar dan balkon terbuat dari kayu eukapiliptusa, kausarina, dan pinus.

Omah kayu hanya bisa menampung 2 hingga 3 orang pengunjung dalam setiap kamarnya. Jika kamu ingin naik ke atas ada tangga kayu untu menuju tiap-tiap kamar yang menghadap ke timur. Saat ini baru tersedia enam unit kamar di Omah Kayu.

Alamat Rute Wisata Omah Kayu Rumah Pohon Batu Malang Jawa Timur

Lokasi nya pun hanya berkisar 25 kilometer dari kota malang, lokasi peristirahaatan ini memiliki kesan eksklusif atau bisa disebut mewah dengan suguhan panorama menarik. Karena saking mewahnya, pengunjung bukit paralayang belum tentu tahu jika gunung banyak memiliki tempat penginapan untuk dijadikan objek wisata.

Saat kamu berkunjung kesini kamu bisa melihat ke arah timur dari area parkir gunung banyak untuk melihat view cantik dari sekitar lokasi. Sementara untuk  rute perjalan dari Kota Malang yang jaraknya sekitar 25 kilometer yang bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 35 menit. Kalau naik motor ke area ini, pastikan motor kamu ready ya, karena jalannya menanjak. Plus siapkan masker kalau ke sini pas musim kemarau karena debunya cukup dahsyat.

Tiket Masuk & Harga Sewa/Reservasi Omah Kayu Rumah Pohon Batu Malang Jawa Timur

Sesudah masuk area parkir kamu akan dikenakan biaya sekisar Rp.3.000,- (harga bisa berubah sesuai ketentuan) namun untuk jika anda menginap anda harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 300.000 – Rp Rp 500.000 untuk satu malam.  Setelah melihat langsung kamu bakal pengen ngerasain gimana bersinggah di tempat unik ini. Tidak seperti yang dibayangkan, kalau tempat ini memang dibuat untuk tempat menginap dan hanya beberapa pohon saja dijadikan penginapan.

Melihat omah kayu ini mengingatkan kita pada jaman sebelumnya saat masih kecil. Bangunan dibuat hanya berbekal peralatan terbuat dari kayu, bahkan tempat berteduh untuk istirahat menggunakan kayu yang berpondasikan pohon besar dan digantung di atas dengan peralatan sederhana.

Rumah pohon kayu di Batu Malang sedikit tidak jauh beda mungkin seperti dulu waktu masih tidak ada bahan bangunan seperti jaman modern saat ini, gedung-gedung menjulang tinggi terbuat dari besi, beton dan material yang bisa membangun rumah di perkotaan.

Suasana perdesaan disini sangat terasa saat malam hari tiba dan jelas kamu cuman bisa merasakan nya kalau menyewa salah satu kamar dari omah kayu. Untuk harga sewa tidak terlalu mahal dari sudut pandang fasilitas dan pemandangan yang aduhai cantiknya.

Saat menginap di tempat ini, Anda bisa menyaksikan keindahan pemandangan kota Batu. Terutama saat malam hari, suasananya sangat indah, kelap kelip lampunya seperti hamparan permata.

Apalagi jika tepat pada bulan purnama, pemandangannya luar biasa indah. Saat pagi kicauan burung yang hidup bebas di antara pepohonan pinus akan membangunkan tidur Anda. Kita bisa bersantai-santai di teras Omah Kayu, atau sekedar duduk-duduk di kursi kayu yang sengaja dibuat menghadap tebing oleh pengelola.

Selain kursi kayu, ada pula tempat perapian dan ‘hammock‘ yang semakin mengesankan tempat ini sebagai tempat peristirahatan yang tenang dan damai. Jika beruntung, dari atas rumah pohon kita bisa melihat orang-orang yang sedang melakukan paralayang.

Tapi untuk kamu yang gapengen bayar mahal dan cuma pengen foto-foto aja, cukup merogoh kocek Rp. 5.000/orang. Bisa foto-foto sepuasnya di rumah-rumah pohon yang ada di sana, yang memang tidak sedang disewa. Kalau lagi disewa, ya nggak bisa ya. Pengalaman di sini, antusiasme pengunjung yang pengen foto sangat membludak. Jadi harus antri dan bergantian kalau mau foto di sini dan tidak disarankan untuk orang yang takut pada ketinggian dan memiliki penyakit jantung.

Langkah Perhutani mengembangkan wanawisata di daerah Gunung Banyak ini sangat inovatif. Hal ini dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata hingga wisatawan akan semakin nyaman rekreasi di tempat ini.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply