Penilaian Bank Mengenai Pinjaman Modal? Ketahui Prinsip 5C!

Penilaian Bank Mengenai Pinjaman Modal

Pinjaman uang atau kredit merupakan salah satu fasilitas yang paling digemari masyarakat. Pasalnya, ia akan mendapatkan pinjaman uang sebagai modal atau pembelian properti dengan hanya mengajukan permohonan.

Sayangnya, tidak semua orang yang mengajukan permohonan pinjaman akan di setujui oleh pihak Bank. Untuk melakukan kredit di Bank, mereka benar-benar menganalisis calon kreditur dengan terstruktur, jelas, dan obyektif. Meskipun calon kreditur ini tercatat tak memiliki hutang dan tagihan kreditnya bagus, belum tentu ajuan permohonannya akan diterima pihak Bank.

Ada beberapa penilaian bank mengenai pinjaman modal. Anda sendiri dapat menyebutnya sebagai “5 C’s1 Of Credit” yakni (Character, Capacity, Capital, Condition, Collateral).

 Penilaian Bank Mengenai Pinjaman Modal

Kali ini saya akan menjelaskan “5 C’s1 Of Credit” secara rinci :

1. Character / Watak

Pada tahap pertama, Bank akan menganalisa seperti apakah watak anda. Dengan mengetahui watak, pihak Bank akan tahu sejauh manakah kemauan anda untuk memenuhi kewajiban. Karena pada dasarnya orang akan kembali membayar angsuran kredit tergantung oleh 2 unsur : mau dan mampu. Karena jika anda mau membayar tapi kondisi keuangan tidak mampu, alhasil angsuran kredit tetap tidak dibayar. Begitu juga dengan orang mampu yang tidak mau membayar. Intinya pihak Bank tidak ingin ada kemacetan dalam angsuran kredit.

Ada beberapa upaya yang akan dilakukan Bank untuk melihat watak anda, diantaranya:

  1. Melihat riwayat hidup
  2. Melihat reputasi anda di lingkungan usaha
  3. Meminta bank to bank information (Sistem informasi Debitur)
  4. Mencari informasi apakah calon nasabah suka berjudi / berfoya-foya

2. Capacity / Kemampuan

Di tahap kedua, Bank akan menilai sejauh manakah kemampuan anda untuk membayar angsuran kredit. Biasanya, pihak Bank akan melihat slip gaji pendapatan perbulan untuk seorang pegawai. Sedangkan untuk seorang wirausaha, pihak Bank akan menilai dari penghasilan minimal yang ia terima selama sebulan.

3. Capital / Modal

Penilaian Bank Mengenai Pinjaman Modal
Analisa ini lebih berarah pada aset dan dana yang dimiliki calon nasabah. Intinya, Bank tidak akan menerima kredit seorang nasabah yang tidak memiliki modal sendiri sedikitpun. Semakin besar modal sendiri yang sudah anda siapkan, tentu semakin tinggi kepercayaan Bank untuk meminjamkan kredit. Modal sendiri ini menjadi bukti kesungguhan seorang nasabah dalam menjalankan usahanya.

4. Condition / Kondisi

Sama halnya dengan modal, Bank harus memastikan apakah usaha anda dikemudian hari akan mendapat prospek yang cerah atau berpotensi jenuh. Hal ini akan sangat mempengaruhi keputusan Bank.

Bagi calon nasabah yang bekerja sebagai pegawai, Bank akan melihat masa produktif , dedikasi, dan prestasi yang anda miliki. Dengan begitu Bank akan mengetahui bagaimana kelangsungan pembayaran kredit jika prospek anda ditahun depan turun. Tentu Bank tidak ingin mengambil resiko.

5. Collateral / Jaminan

Jaminan adalah solusi terakhir bagi seorang nasabah jika tida mampu membayar angsuran kreditnya. Jaminan ini menjadi nilai bagi Bank untuk mengetahui sejauh mana resiko kewajiban anda dalam membayar kewajiban. Pada hakikatnya, anda dapat membuat sebuah jaminan tidak hanya dalam bentuk kebendaan,  tetapi juga jaminan tidak berwujud seperti jaminan pribadi (borgtocht), letter of guarantee, letter of comfort, rekomendasi dan avalis.

Selain menilai ke 5 faktor diatas, pihak Bank akan meneliti identitas anda sebagai calon peminjam KPR. Identitas-identitas ini berupa alamat tinggal, status kepegawaian apakah pengusaha atau profesional, lokasi bekerja, penghasilan sampingan, riwayat hubungan bisnis dengan bank, dan pengamatan terhadap mutasi trasaksi keuangannya.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply