Belajar Bisnis Properti Gratis dan Tanpa Modal Untuk Pemula : Iqbal Azhari

Rate this post

Belajar-bisnis-properti-tanpa-modal-iqbal-azhari

Properti merupakan salah satu bagian dari kehidupan kita, baik sekedar ingin membeli rumah untuk digunakan sendiri ataupun untuk digunakan untuk mendapatkan keuntungan atau bahasa kerennya investasi.

Namun untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis properti tidaklah mudah, dibutuhkan penglaman dan ilmu. Untuk ilmu berbisnis properti mungkin kita bisa dapat dengan gratis asalkan rajin mencari di internet.

Tetapi untuk pengalaman, tentu saja dibutuhkan keberanian untuk bertindak. Bahkan bertindak atau praktek jauh lebih penting dibandingkan ilmu yang banyak, tanpa praktek kita akan tetap saja kesulitan saja.

Berikut ini beberapa tips untuk anda yang ingin praktek bisnis properti

1.Cari tanah dibawah 1000m2 (ga usah luas2 dulu).

Kalo bisa cari lahan yang cukup untuk 1-4 unit rumah. Kenapa luasan kecil?
Ga perlu ijin yang ribet..cukup IMB aja. sama jika anda mau bangun rumah biasa.Jadi ga ada yg namanya IPT (ijin Peruntukan/pengolahan Tanah).

Tujuan dari mencari tanah di bawah 1000 m2 adalah agar lebih mudah menjualnya dan juga bila ingin dibangun biaya yang dikeluarkan tidaklah besar. Tentu akan lebih mudah menjual properti yang berharga murah dibandingkan yang mahal.

2.Tawarkan sistem kerja sama (untuk yg modalnya sedikit) ga usah beli tanah
Tawarkan konsep kerjasama dengan pemilik tanah, namun tentu saja kita harus bisa menunjukan apa yang terbaik dengan menjadikan tanah yang dimilikinya tersebut di jual atau dijadikan lahan properti/perumahan, sehingga dengan suka rela pemilik tanah tersebut akan senang bekerja sama dengan kita.


Dalam konsep ini pembelian tanah dilakukan dengan cara dibagi dalam setiap kavling terbangun, artinya pembayaran dilakukan jika kavling terjual. Lalu dimana keuntungan Pemilik Tanah ?
1.Nilai keuntungan ditetapkan diawal perjanjian.
Besarnya sekitar 20-50% dari nilai total harga jual tanah yang disepakati dengan Developer.

Contoh : jika harga jual kepada Developer disepakati Rp.100.000,- dan luas tanahnya 1000m2 maka total harga = Rp. 100.000.000,- maka keuntungan yang kita janjikan adalah antara Rp. 20.000.000 sampai Rp.50.000.000,-.
Nilai persentase tergantung kesepakatan bersama.

2.Pemilik Tanah dapat lebih cepat mendapatkan keuntungan
Karena pembayaran tanah dan keuntungan dibayarkan dari setiap kavling yang terjual, tidak menunggu sampai proyek selesai.

3.Keuntungan Pemilik tanah telah di kunci diawal sehingga apapun kerugian yang diderita dari proyek. Developer tetap wajib memberikan keuntungan, karena telah disepakati diawal.

4.Kerjasama dibatasi oleh waktu, dan ada denda kepada Developer bila dalam jangka waktu tersebut belum terjual seluruh kavling.
Contoh konsep kerjasama ini :
Dalam perjanjian ditetapkan jangka waktu kerjasama selama 2 tahun dan dapat diperpanjang. Ada pinalti untuk Developer (kita sendiri yang mengusulkan adanya pinalti ini) bila dalam 2 tahun masih belum melunasi seluruh kewajiban atas pembayaran tanah & keuntungan, pinaltinya berupa denda yang nilai nya kita sepakati dengan Pemilik tanah. 
Denda dapat berupa kenaikan harga tanah, nilainya sekitar 10%. Jadi saat bulan ke 25 (masuk tahun ke-3) harga tanah akan naik 10%, berarti kewajiban Developer naik menjadi 10% dari harga tanah, persentase keuntungan tentu mengikuti harga baru tersebut.
Dengan skema diatas maka kita sebagai Developer mempunyai batas waktu dan akan “habis-habisan” selama 2 tahun untuk menjual habis seluruh unit rumah. Skema ini juga memberikan kepastian waktu dan nilai yang akan didapatkan oleh Pemilik tanah.

Related Post

2 Comments on Belajar Bisnis Properti Gratis dan Tanpa Modal Untuk Pemula : Iqbal Azhari

  1. Thanks for finally writing about >Belajar Bisnis Properti Gratis
    dan Tanpa Modal Untuk Pemula : Iqbal Azhari – Iqbal Azhari <Liked it!

Leave a Reply